ID
Program Kemitraan Petambak
Kami senantiasa melakukan pendampingan teknis kepada petambak agar memperoleh hasil yang terbaik.

Sebagai bagian dari misi kami dalam mendorong kesukseskan petambak lokal, CP Prima telah memperkenalkan program bernama “Program Kemitraan Petambak,” di mana petambak yang aktif menggunakan produk kami, akan diberikan pendampingan teknis agar memperoleh hasil yang lebih baik. Tim kami terdiri dari ahli nutrisi udang dan ikan hingga pakar di industri akuakultur, yang siap memberikan pelatihan dalam hal manajemen pemberian pakan, pengecekan kualitas air, dan pengawasan proses budi daya untuk meraih produk ikan dan udang dengan kualitas yang baik. Saat ini, kami telah bermitra dengan petambak yang berasal dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh team kami, saat ini masih terdapat ribuan lahan untuk budi daya yang belum dimaksimalkan dengan baik oleh para petani, karena keterbatasan pengetahuan dan dukungan yang dimiliki oleh mereka. Untuk itu kami telah menyusun program kemitraan sedemikian rupa yang dapat membawa manfaat bagi para petani, sbb :

  1. Merevitalisasi para petambak dengan memperkenalkan program budidaya udang dengan jenis Vannamei.

  2. Memperkenalkan modal rendah dan proses budidaya “tradisional plus” dengan tujuan untuk meningkatkan metode budidaya intensif, beserta Standard Operating Procedure (SOP) yang direkomendasikan dan biosekuriti.

  3. Membuat konsep kerja yang terintegrasi dan terkonsolidasi untuk memantau semua proses, dengan tujuan untuk menghasilkan produk udang yang lebih baik.

Program Kemitraan Petambak

Kampung Vannamei dan RT Vannamei di Madura.

Setelah sukses dengan Kampung Vannamei, divisi free market shrimp area Jawa Timur saat ini mengembangkan budidaya Vannamei skala kecil yang dikenal dengan Rumah Tangga Vannamei (RTVe). Sama halnya seperti Kampung Vannamei, sasaran dari RTVe yaitu lahan-lahan di beberapa daerah yang memiliki potensi namun RTVe fokus dengan luas area yang minim.

RTVe merupakan solusi untuk para pelaku yang ingin bertambak tetapi memiliki lahan terbatas, minimnya modal serta sarana produksi yang terbatas. Tambak RTVe bisa dibangun di mana saja, seperti di Lamongan dan Gresik, para petambak memanfaatkan lahan pertanian maupun halaman rumah.

Bentuk nyata keuntungan dari tambak RTVe dirasakan oleh sala satu petambak di Madura yaitu Mahmud (47). Petambak asal desa Pesanggrahan Kwanyar ini sebelum terjun menjadi pembudi daya udang Vannamei, dia seorang petani padi. Awalnya ia mengetahui pola budi daya RTVe dari kawannya. Ia melihat bahwa kawannya sukses menjadi petambak udang Vannamei. Mahmud kemudian mencari tahu dan dipertemukan dengan CP Prima.

Dalam perkembangannya, tambak yang dibangun Mahmud di atas tanah seluas 800 meter persegi menghasilkan udang sebanyak 2,3 ton dari satu kali periode panen. Keuntungan bersih yang diterima oleh Mahmud dari hasil panen kurang lebih lima puluh juta rupiah. Tidak hanya keuntungan yang ia dapatkan, Mahmud juga merasa terbantu dengan adanya program pendamping dari CP Prima.

“CP Prima membantu saya dari proses awal pembuatan tambak, juga membimbing saya secara teknis dari awal tebar. Kalau ada masalah dengan udang di tambak, ada teknisi juga yang mendampingi”, ungkapnya.

RTVe kini selain di daerah Bangkalan Madura, sudah berkembang ke provinsi Jawa Timur meliputi kabupaten Lamongan, Gresik, Pacitan, Trenggalek dan propinsi Jawa Tengah. Dalam rentang kedepan juga akan dikembangkan di Medan, Aceh, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

RT Vannamei di Madura.