ID
Ikan Nila Menjadi Primadona Baru di Tasikmalaya
13 Oktober 2016

Tasikmalaya – Konsumsi ikan nila kini menjadi primadona baru di industri perikanan air tawar di Tasikmalaya dan sekitarnya. Sayangnya, melonjaknya permintaan yang terjadi setahun belakangan ini tidak diimbangi dengan kemampuan produksi ikan nila di wilayah tersebut. 

Sindu Hermawan, General Manager Feed Marketing PT Central Proteina Prima Tbk (CPPrima) untuk wilayah Jawa Barat, menyebutkan jumlah konsumsi ikan air tawar di Tasikmalaya dan sekitarnya bisa mencapai 20 ton per hari. Sayangnya Tasikmalaya hanya mampu memasok tidak lebih dari satu ton per hari, sedangkan sisanya dipasok dari Cirata dan Jatiluhur, Jawa Barat. Padahal kondisi ini ironis dengan potensi perikanan yang melimpah di Tasikmalaya.

Lingkungan di Tasik, menurut Sindu, sangat mendukung sekali untuk budidaya ikan nila. “Nila sangat cocok dibudidayakan di air bersuhu rendah seperti Tasik ini dan lebih kuat atas serangan penyakit. Tidak seperti ikan mas yang rentan terhadap penyakit seperti KHV. Faktor itulah yang membuat nila lebih mudah untuk dikembangkan di Tasik ini,” jelas Sindu. 

Sindu menambahkan potensi lainnya dari sisi harga nila yang terus meningkat. Tahun lalu, harga nila mencapai Rp 15.000/kg dan kini rata-rata Rp 20.000/kg. Berbeda halnya dengan ikan mas yang malah mengalami penurunan. Tahun lalu ikan mas Rp 19.000/kg, dan saat ini turun menjadi Rp 16.000/kg. Menurutnya, kenaikan harga nila ini diakibatkan adanya pergeseran minat konsumen ke ikan nila. 

Untuk meningkatkan kemampuan usaha para pembudi daya ikan nila di Tasik, CP Prima menggelar acara sarasehan bertajuk “Peningkatkan Perekonomian Rakyat Melalui Budidaya Ikan Nila Secara Baik, Benar dan Berkelanjutan” diikuti oleh perwakilan dinas perikanan setempat, para pembudidaya ikan, dan agen pakan di pelataran Kopontren Fat-hiyyah Al Idrisiyyah, Tasikmalaya. 

Acara ini ditanggapi positif oleh peserta Sarasehan. Pelaku bisnis perikanan, yang juga merupakan Ketua Kopontren, Ust. Aka Bonanza mengatakan kegiatan seperti ini memang sangat ditunggu-tunggu banyak petani dan berharap kegiatan yang digagas CP Prima seperti ini dapat terus dilakukan, sehingga potensi perikanan yang dimiliki Tasik lebih dimaksimalkan.

Kegiatan penyuluhan perikanan semacam ini memang seringkali diselenggarakan CP Prima baik di berbagai daerah mulai dari Aceh hingga NTB, dengan tujuan mengedukasi masyarakat luas mengenai peranan sektor perikanan yang mampu meningkatkan menunjang perekonomian rakyat. “Ini salah satu bentuk dukungan kongkrit perusahaan pada program-program pemerintah di bidang kemaritiman,” jelas Frahma Alamiarso, Head of Corporate Communication CP Prima. ***

Kegiatan GSM CP Prima di Tasikmalaya.