ID
Implementasi Teknologi Hitung Benur
24 Oktober 2016

Dalam operasional budidaya udang, padat tebar merupakan parameter awal yang harus ditentukan dan di-manage dengan baik. Selama ini penentuan jumlah Benur tebar dilakukan di tambak melalui sampling kantong Benur dan penghitungan secara manual, sehingga hasil hitung yang didapat merupakan estimasi kasar. Teknik hitung manual yang digunakan di hatchery dan di farm tersebut memiliki kekurangan, yaitu:

  1. Kualitas hasil hitung sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan ketelitian operator hitung.
  2. Jumlah sample yang dihitung dibatasi oleh waktu karena Benur yang telah dipanen di hatchery harus secepatnya dikirim dan Benur yang telah tiba di tambak perlu secepatnya ditebar.

Kedua hal di atas sangat berpengaruh terhadap akurasi hitung. Akurasi hitung yang rendah akan berakibat pada padat tebar yang meleset dari target. Padat tebar actual yang meleset dari target berpotensi mempengaruhi pencapaian target produksi kolam. Yang sering juga terjadi adalah selisih hitung yang besar antara jumlah Benur yang dikirimkan (hatchery) dan jumlah Benur yang diterima (tambak) akibat akurasi hitung yang rendah di salah-satu atau kedua lokasi hitung. Hal ini akan menyebabkan kerugian penjualan Benur bukan semata pada hatchery, namun pada perusahaan kita.

Di pertengahan tahun ini, tim MRC and QA-hatchery (TRD) telah mengujicoba alat hitung Benur XperCount2 yang dikembangkan oleh XpertSea, Inc dari Kanada. Alat ini memiliki fitur sbb:

  1. Portable dan mudah dioperasikan (touch-screen).
  2. Tersedia software untuk menghitung algae, telur, nauplii, dan post-larvae.
  3. Dapat digunakan untuk menghitung post-larvae stadia PL4-PL12, dengan maksimal jumlah 5000 ekor (volume 1 L) dan 50,000 ekor (5 liter).
  4. Waktu hitung kurang dari 5 menit.
  5. Sistem update software dan upload data melalui jaringan wireless.

Berdasarkan hasil ujicoba ini dapat disimpulkan bahwa:

  1. Teknologi XperCount2 memiliki tingkat akurasi hitung ±10%, jauh lebih baik dari tingkat akurasi hitung manual yang dilakukan secara rutin.
  2. Proses penghitungan Benur sangat efisien.
  3. XperCount2 dapat membantu proses QC Benur di hatchery karena mampu menghitung panjang PL dan CV panjang dengan jumlah sample yang lebih tinggi.

Dan, dalam implementasi teknologi tersebut dalam kegiatan operasional, kami rekomendasikan:

  1. Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas estimasi Benur yang akan dikirimkan dan diterima.
  2. Karena waktu hitung sangat cepat, ukuran sampling (jumlah kantong) bisa diperbanyak untuk meningkatkan kualitas estimasi Benur panen dan Benur tebar.
  3. Untuk menghitung Benur kurang dari 2000 ekor, dilakukan dalam satu kali hitung.
  4. Untuk menghitung Benur lebih dari 2000 ekor, dilakukan dalam 2 kali hitung (populasi split 2).
  5. Teknologi ini dimanfaatkan dalam monitoring QC Benur di hatchery (panjang dan CV).
  6. Bila terjadi selisih hitung lebih dari ±10%, perlu dilakukan verifikasi dengan teknik hitung manual-terkontrol.

Saat ini XperCount2 telah diimplementasikan di hatchery BLK dan diharapkan dapat segera dirasakan manfaatnya dalam operasional di hatchery dan tambak.

Pelatihan pengoperasian XperCount2 di hatchery BLK.